Membuat Sistem Informasi dengan Rapid Application Development Strategy

Rapid Application Development Strategy (RAD) adalah salah satu strategi dalam mengembangkan sistem.

RAD menekankan kecepatan dari pengembangan sistem dengan melibatkan user secara cepat, bertahap dan berulang melalui sebuah prototype hingga akhirnya menjadi sistem yang sempurna.

Dalam membuat sistem informasi menggunakan strategi RAD ini, developer perlu membangun sebuah prototipe yang merupakan model dari kebutuhan user tetapi dalam ruang lingkup yang kecil.

Contohnya, jika kita ingin membuat sistem informasi sekolah, dengan menggunakan strategi RAD ini, kita harus membuat prototype, misalnya aplikasi web sederhana terlebih dahulu. Selanjutnya aplikasi web yang sederhana tersebut dibuat lebih kompleks seluruh fungsinya secara bertahap dengan arahan dari stakeholder.

Prototype akan dinilai oleh stakeholder untuk kemudian diperbaiki dan disempurnakan sehingga menjadi satu sistem yang utuh dan sempurna.

 

membuat sistem informasi dengan rapid application strategy

RAD Strategy

Strategy ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan dari RAD adalah sebagai berikut.

Kelebihan RAD Strategy

Dengan adanya prototyping, maka sistem dapat “terlihat” selesai lebih cepat. Ini adalah kelebihan dari RAD, selain itu kelebihan yang lain adalah:

  1. Kebutuhan user (user requirement) seringkali tidak tentu atau kurang tepat.
  2. Memberi semangat terhadap user karena turut berpartisipasi dalam pembuatan sistem
  3. Project yang dikerjakan lebih jelas dan mudah mendapatkan dukungan
  4. Stakeholder dapat melihat solusi dari proyek lebih cepat
  5. Jika terdapat error dapat dideteksi sejak dini
  6. Testing dan training terjadi secara natural
  7. Pembangunan sistem lebih natural karena perubahan selalu dibutuhkan

Selain memiliki kelebihan, strategi RAD juga memiliki kelemahan.

Kelemahan RAD Strategy

Kelemahan dari RAD strategy adalah developer akan sering mengubah source  code aplikasi yang dibuatnya jika tidak sesuai dengan keinginan stakeholder. Kelemahan yang lain adalah:

  1. Lebih sering mengubah code karena adanya prototyping
  2. Rawan kesalahan dalam problem solving karena lemah disisi analisis
  3. Dapat mematahkan semangat sistem analis untuk mempertimbangkan sistem alternatif
  4. Stakeholder merasa enggan untuk membuang prototype
  5. Penekanan dari sisi kecepatan pembangunan proyek dapat berefek pada kualitas.

Bagaimana? tertarik membuat sistem informasi dengan rapid application development strategy?

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *