Posted in Linux 13 years ago 2 min read
Berbicara tentang Linux, Ubuntu adalah distro pertama yang saya pakai. Suka duka seringkali menemani saya dalam "belajar" menggunakan distro ini. Dulu, dengan berbekal rasa penasaran saya install Ubuntu dan... seluruh data di dalam hardisk saya hilang karena kesalahan partisi. Kehilangan data sebesar 300GB bukanlah hal yang mudah, stresnya minta ampun, alhasil saya langsung balik ke Windows.
Selang beberapa hari, rasa penasaran saya akan Linux muncul lagi, akhirnya saya putuskan untuk menginstall Ubuntu kedua kalinya, tetapi kini dengan lebih hati-hati. Dari sini mulailah saya mengenal Ubuntu, terminal dan segala macam ciri khas Linux.
Hanya untuk memutar MP3 saja, saya harus mendownload library untuk memutarnya. Setelah install library, bukan berarti saya bisa memutar MP3, ternyata speaker saya belum mau bersuara karena bermasalah dengan ALSAmixer. Alhamdulillah dengan searching di internet akhirnya speaker saya mau bersuara. Inilah pertama kalinya saya merasakan peran "komunitas" di dalam Linux.
Ubuntu, yang saat itu menggunakan GNOME2, sangat apik ketika kita menginstall Compiz, tampilannya yang memukau dengan berbagai animasi, ditambah lagi konsumsi memori yang relatif kecil membuat saya begitu jatuh cinta dengan Linux. Apalagi dengan Linux, laptop saya bisa hidup 12 jam lebih tanpa nge-hang! Hal ini cukup membuktikan betapa reliable nya Linux sebagai Sistem Operasi.
Rasa penasaran semakin bertambah, akhirnya mulailah saya mencoba-coba distro Linux yang lain seperti Linux Mint, Fedora, Backtrack, Blankon, dan sebagainya. Meskipun saat itu saya masih menggunakan dual boot dengan Windows, tetapi seringkali saya hapus Windows dan full menggunakan Linux. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena saya masih membutuhkan beberapa aplikasi yang berjalan di atas Windows, seperti Microsoft Office, Adobe, SPSS, dan ArcGIS. Jadi, dalam sebulan, saya bisa berkali-kali install ulang laptop hanya karena "kangen" dengan Linux. Maklum, saya memang orang yang penuh dengan rasa penasaran, khususnya kalau sudah menyangkut komputer dan tetek bengeknya.
Singkat cerita, kini saya menggunakan Ubuntu 12.04 LTS, dan Windows? saat ini saya tidak sedang menggunakannya. Bukan berarti tidak menyukai Windows, tetapi di Linux saya bisa bebas melakukan apapun. Open source memungkinkan saya belajar bagaimana sebuah Operating System berjalan, memungkinkan saya untuk melihat source code dari suatu aplikasi, bahkan memungkinkan saya untuk memodifikasi kernel! Suatu hal yang tidak dapat dilakukan dengan Windows.
Akankah saya kembali ke Windows? Ya, mungkin saja, apalagi dalam waktu dekat saya harus berhadapan dengan skripsi. Tapi selama saya nyaman dengan Linux, saya akan tetap bersamanya.