Konsep Web Services Menggunakan REST

Posted in Web Services, Saturday, December 15th, 2012, by Muhammad Fahmi Al Azhar

Representational State Transfer atau REST adalah salah satu software arsitektur yang digunakan sebagai acuan ketika membuat aplikasi berbasis web service.

Seringkali, arsitektur REST ini dianggap sebagai arsitektur dari sebuah web. Hal ini dikarenakan kebanyakan aplikasi berbasis web saat ini mencerminkan karakteristik dari REST terutama ketika membangun services (web services). Contoh website yang memiliki services REST adalah Twitter dan Flicker.

Di dalam REST, terdapat beberapa prinsip yaitu:

Setiap resource diberikan ID yang unik,
Setiap resource memiliki sebuah identifier, yaitu URI. Setiap informasi dari resource tersebut memiliki URI-nya masing-masing.

Terdapat hubungan antara resources yang satu dengan yang lain
Resources dimiliki oleh server, sedangkan client yang akan menggunakan resources tersebut. Lalu apa yang disebut dengan resources? Resources adalah setiap informasi yang dapat diberikan nama, misalnya twit seseorang, image yang di upload user, itu semua adalah resources.

Menggunakan metode standar seperti HTML dan XML
REST mudah diimplementasikan karena menggunakan metode yang sama seperti ketika membuat web, yaitu menggunakan HTML. Sedangkan untuk pertukaran data, REST tidak hanya dapat menggunakan XML saja, tetapi juga dapat menggunakan JSON.

Komunikasi yang dilakukan adalah stateless menggunakan HTTP
Pendekatan yang dilakukan ketika menggunakan REST adalah memisahkan antara user interface dengan data storage. Dimana komunikasi klien dengan server adalah stateless.

HTTP digunakan sebagai transport protocol untuk web services karena simple dan dapat digunakan hampir di seluruh platform. Terlebih lagi HTTP bukan hanya dapat digunakan untuk mengakses resource berupa halaman HTML saja, melainkan semua resources seperti images, video, dan bahkan aplikasi juga dapat diakses melalui HTTP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *