Review Kubuntu Trusty Tahr, Distro Linux Cantik dengan KDE

Kubuntu sebenarnya sama saja seperti Ubuntu, bedanya hanya di desktop Environment nya saja. Kalau Ubuntu menggunakan Unity, maka Kubuntu ini menggunakan KDE. Belum pernah dengar KDE? KDE adalah desktop environment Linux seperti halnya Unity, GNOME, Cinnamon, dan DE (Desktop Environment) lainnya.

Lalu apa bedanya KDE dengan desktop environment lainnya? Kata orang-orang, KDE ini…. desktop environment yang “berat”. Memang benar, KDE itu berat, tapi pendapat itu tidak sepenuhnya benar.

Review Kubuntu Trusty Tahr, Distro Linux Cantik dengan KDE

Oke, di sini saya akan berbicara tentang Kubuntu dan KDE. Tapi saya kira teman-teman sudah tau apa itu Kubuntu, ya seperti kata saya di awal tadi, Kubuntu itu Ubuntu dengan desktop environment KDE.

KDE Berat? Benarkah?

Katanya KDE itu desktop yang berat… ya.. kalau kita sedang berada 2-3 tahun lalu mungkin pernyataan tersebut masih relevan. Dulu, ketika masih jaman Ubuntu 10.04, saya pernah mencoba menggunkan Kubuntu juga, dan memang saya rasakan KDE itu berat dan sering crash. Pantas saja berat, kan kita ngebandinginnya sama desktop GNOME. GNOME memang ringan, dan jika dibandingkan dengan KDE pasti perbandingannya sangat signifikan.

Tapi itu dulu lho, sekarang perkembangan hardware semakin pesat. Ketika kita beli laptop, pasti kebanyakan RAM-nya sudah 2GB atau lebih. Jadi bisa dipastikan laptop tersebut mampu menjalankan KDE.

Antara KDE dan Unity

Semenjak Ubuntu 11.04 (kalo ga salah inget), Ubuntu menggunakan Unity untuk desktop environmentnya, Unity selalu dikembangkan dari waktu ke waktu. Unity tidak seperti GNOME, Unity membutuhkan resource yang lebih besar dikarenakan adanya efek-efek blur, smooth, dan juga service-service yang berjalan di belakang layar dari Unity.

Dari pengalaman saya menggunakan Unity di Ubuntu 14.04 Trusty Tahr, justru Unity malah lebih berat dibandingkan KDE. Laptop yang saya gunakan adalah Dell Inspiron 1440 yang memiliki RAM 2GB. Dengan Unity, laptop saya menjadi cepat panas dibandingkan ketika menggunakan KDE di Kubuntu 14.04.

Fungsionalitas Desktop di KDE Lebih Banyak

Berbicara tentang fungsionalitas, saya pikir KDE ini memiliki fungsionalitas yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan desktop environment lain. Dari setting visualisasi, sampai pengaturan dan monitoring hardware, KDE ini sudah lengkap semuanya. Memang untuk software-sotware yang terinstall, kita bisa menginstallnya di desktop environment lain, tapi ada fungsi-fungsi tertentu yang hanya bisa digunakan di KDE.

review kubuntu trusty tahr
Desktop KDE di Kubuntu Trusty Tahr

KDE Sering Crash?

Permasalahan lain yang sering dirasakan ketika menggunakan KDE adalah KDE sering crash. Apa benar? ya mungkin dulu benar, tapi di Kubuntu Trusty Tahr 14.04 ini saya belum pernah mengalami crash sama sekali. Malahan ketika di Unity saya sering mengalami lag.

Mungkin saja pengembang KDE telah memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, sehingga sekarang menjadi lebih asyik digunakan.

KDE Lebih Baik dalam Merender Font dll

Permasalahan yang sering terjadi ketika menggunakan desktop environment Linux adalah buruknya tampilan font, sehingga terasa tidak nyaman ketika browsing dan membaca artikel di dunia maya. Sebagian pengguna orang mungkin tidak mempedulikan hal ini, tapi saya sangat memperhatikannya. Bagaimana tidak? saya kan kerjaannya bikin website, gimana bisa bikin web yang bagus klo tampilan fontnya kurang bagus di Linux?

Menurut saya, KDE memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan desktop environment lain dalam merender font. Kalau tidak percaya, coba saja bandingkan hehe.

Kesimpulan Tentang Kubuntu dan KDE

Jadi, kesimpulan saya KDE itu tidak berat, juga tidak sering crash hehe. Kecuali kalo laptop sampeyan RAMnya cuma 512, ya jangan pake KDE, jangan juga pake Unity, pake aja GNOME, LXDE, atau desktop environment yang ringan lainnya. Untuk saat ini, saya sih ingin menguras lebih jauh tentang KDE ini.

Tapi tetap, setiap orang punya desktop environment favoritnya masing-masing, jadi, ojo tukaran karena masalah tampilan yak!

Sekian review Kubuntu Trusty Tahr, semoga saja bermanfaat buat kita semuanya. Yang belum pernah coba KDE ayo cobaaa!

4 Comments


  1. Bismillahirrahmanirrahim.

    Terima kasih akang telah menulis tentang Kubuntu. Semakin banyak ulasan soal Linux berbahasa Indonesia, orang Indonesia semakin mudah diajak menggunakan Linux.

    PS: saya mengundang akang untuk singgah di #ubuntu-indonesia @ freenode.

    Reply

    1. Yups, kita harus banyak share tentang Linux, supaya orang jadi tertarik menggunakan linux
      Oke nanti saya coba singgah kalau sedang senggang 😀

      Reply

  2. jadi penasaran pengen nyobain KDE.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *